'inong' pages

Jumat, 30 Desember 2011

lakonanimasi

beberapa hari yang lalu liat si Darin Fakriyah Luqyana nonton "transformers versi Indonesia" di YouTube. Tapi berhubung gue cuma liat detik-detik akhirnya aja, jadi ga ngerti apa bagusnya. Tapi beberapa saat yang lalu liat link yang di share temen di facebook. Thumbnail yang tampil adalah bajaj dengan judul "Lakon Pada Suatu Ketika". Karena penasaran, gue klik-lah link itu. Selesai nonton, 2 kata yang terucap: "Subhanallah! Keren!"

Ga nyangka Indonesia punya animasi seKEREN itu. Bisa bersaing di Hollywood tuh :) Ternyata video itu juga hanya copy-an. Gue berusaha cari sumber aslinya lewat mbah Google. Gue menemukan lakonanimasi.com tapi sayang, ga bisa dibuka. Ada tulisan:

Bandwith Limit Exceeded
The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later.

Sayang...
Tapi gue juga menemukan akun lakonanimasi di vimeo.com. Orang Indonesia yang belum nonton animasi ini, akan menyesal deh :)
Bagi yang penasaran dan belum pernah liat video-nya, bisa liat video-nya disini

Sabtu, 24 Desember 2011

FEUI: bismillah :)

today is the unforgetable day ever. I've just visited FEUI with my mentor and my DSL-friends. we attended book-review, well... novel-review (hehe) "99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa" with it's authors: Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra (wife-husband). pity, I didn't take my picture with them ;( But I got their signatures on my "99 Cahaya di Langit Eropa" (I've just bought it just a few minute before they sign their signatures on it hehe).
"FEUI: my future college" aamiin... it isn't too much to hope, is it? I'm happy today. very happy. I boarded Bis Kuning UI :) well, no time to take pictures on the bus :(
wif Farah

Senin, 19 Desember 2011

treasure

Aku membuat perumpamaan hati masing-masing manusia di muka bumi ini adalah sebuah harta karun. Dan masing-masing manusia tersebut adalah bajak laut yang menyimpan harta karunnya. Aku juga mengumpamakan lawan jenis yang akan menjadi pasangan mereka adalah pencari/pemburu harta karun. Aku mengumpamakan sinyal-sinyal dari hati si manusia adalah peta harta karun itu. Sedangkan kecocokan hati mereka adalah kunci dari kotak harta karunnya. Dan saat kotak harta karun sudah terbuka, berbahagialah mereka karena mereka telah menyatu. Takkan pernah habis harta karun si bajak laut untuk si pencari harta karun. Si pencari harta karun yang juga adalah bajak laut justru membagi harta karunnya bersama. Bersama-sama mereka menjalani hidup di muka bumi dengan bekal harta karun yang takkan pernah habis sampai akhir hayat mereka.

Jadi sebenarnya, si bajak laut dapat menjadi pencari harta karun saat mencari harta karun bajak laut lain. Dan si pencari harta karun dapat menjadi bajak laut saat pencari lain menemukan hartanya. Betapa rumitnya perumpamaan yang aku buat. Tapi memang itulah yang terjadi. Semua terasa rumit, seperti benang kusut, di benakku.

Kisahku. Aku adalah seorang bajak laut wanita. Kotak harta karunku kusimpan di tempat yang sangat suci. Ada seorang manusia yang aku sangat inginkan dia yang membuka kotak harta karunku. Tapi itu akan sia-sia jika dia membukanya tanpa keinginan dari dalam dirinya sendiri. Maka aku memberikannya peta harta karun dan kunci kotak hartaku. Tapi dia belum juga berjalan menelusuri jalan seperti yang tergambar di peta. Dia bahkan tidak melihat tanda X di peta. Bagaimana dia bisa melihat tanda itu kalau membuka petanya saja tidak? Aku menunggu dengan sabar. Aku menunggunya menyadari betapa berharganya benda-benda yang ada ditangannya. Yang akan menunjukkan kepadanya letak hartaku untuk dirinya.

Aku menunggu.

Selagi menunggu aku mengganti identitasku menjadi pencari harta karun. Aku mencari harta karun miliknya. Aku bertemu dengannya. Aku berbicara dengannya, bersenda-gurau dengannya, berbagi cerita dengannya. Tanpa dia sadari, aku mengetahui dimana letak harta karunnya dari ceritanya. Aku berpisah dengannya.

Aku berlari, terus berlari, tak lelah karena semangat. Aku mencari harta karunnya. Dan aku menemukannya. Tapi kebahagiaanku hanya sesaat. Rasanya hanya seperti angin lalu saja. Kesedihan memenjaraku saat kusadari kotak harta karun itu terkunci dan aku tidak memiliki kuncinya. Lututku lemas. Aku terduduk di depan kotak harta karun itu.

Rasanya saat mengatakan kotak harta karun, aku sedang berada di pinggir pantai. Aku berlutut di atas pasir putih. Slayer yang kukenakan untuk menutupi kepalaku melambai tertiup angin laut. Saat ini, saat kesedihan menggayutiku, aku merasa ada banyak karang besar dan kasar disekelilingku. Menertawakan kesedihanku. Memanggilku untuk membenturkan diri ke arah mereka. Tanganku mengepal di atas pahaku. Aku menunduk. Ku sadari air mata terjatuh ke atas tanganku yang mengepal, yang menyembulkan urat-uratku yang rasanya ingin putus saat itu. Ku seka air mataku dan menegakkan kepala.

Aku bangkit. Masih dengan kesedihan. Masih dengan bekas air mata di pipiku. Aku berjalan tersaruk-saruk, kembali ke dalam kota. Membawa aroma air asin bersamaku.

Aku masuk ke sebuah kedai makanan. Berusaha tenggelam dalam kesedihan. Tanpa sengaja saat aku memasuki kedai itu, si bajak laut ada disana. Manusia yang telah kuberikan peta hartaku, yang sampai sekarang tidak mau atau belum tahu benda-benda apa yang kuberikan kepadanya. Tak akan berarti jika aku beritahukan kepadanya benda-benda apa itu.

Aku mematung di pintu kedai. Menatap ke arah punggungnya. Aku mematung. Memucat. Saat kesadaranku kembali, aku berbalik. Ingin segera pergi dari kedai ini. Pergi dari kota ini. Berusaha mencari harta karun milik bajak laut lain.

Tapi tepat saat aku memutuskan untuk berbalik, bajak laut itu berbalik. Dengan bibir gelas menempel di bibirnya. Dia melihatku.

Aku segera berbalik. Namun, tepat saat aku akan melangkah keluar kedai, dia memanggilku. Aku tak berdaya mendengar suaranya. Aku terhipnotis. Aku berbalik dan berjalan ke arahnya. Tertunduk.

Aku berdiri di depannya. Dia mengangkat wajahku. Dia bertanya, mengapa wajahku terlihat sedih. Aku tersenyum paksa dan menjawab “Aku tidak apa-apa.”

Entah dia langsung percaya dengan kata-kataku atau tidak, tapi dia tersenyum. Seluruh tubuhku mati rasa. Aku hanya dapat menatapnya. Senyum paksaku bertahan. Dia mengajakku duduk di sebelah jendela.

Kami tidak duduk saling berhadapan. Aku duduk disampingnya. Aku tidak melupakan kesedihanku, tapi toh aku mempertahan senyum paksaku. Dia mulai bercerita.

Tak kusangka, dia bercerita tentang kunci harta karunnya. Aku menengok dan memandang wajahnya. Dia sedang memandang ke arah depan. Entah apa yang dipandangnya, toh dia tetap bercerita dengan semangat. Wajahnya bercahaya tertimpa sinar matahari yang dipantulkan jendela di sebelahnya. Tak ada kata lain yang dapat menggambarkan aku saat itu: aku terpesona. Untuk sejenak aku tidak memperhatikan kata-katanya. Aku memperhatikan bentuk hidungnya. Bibirnya. Bulu-bulu tipis diantara hidung dan mulutnya. Aku menyisakan matanya untuk kulihat terakhir. Pengandaian aku adalah sebongkah es, saat itu aku meleleh dengan pesonanya.

Tiba-tiba dia menoleh. Menyadari ke”diam”anku. Aku kembali ke bumi. Ekspresinya khawatir. Aku hanya menenangkannya dengan senyumku. Senyum yang walaupun tidak tulus tapi toh bukan senyum paksa juga. Aku lupa sama sekali dengan kesedihanku beberapa saat yang lalu. Kesedihan yang menggodaku untuk memeluk erat karang besar nan kasar di pantai tadi selamanya.

Dia kembali menatap lurus ke depan dan melanjutkan ceritanya. Saat kata-kata itu mengalir dari mulutnya, dari bibirnya. Aku menegang. Seluruh tubuhku mati rasa. Otot-ototku menjerit saat aku coba untuk menggerakkannya. Dia menoleh, ingin melihat apa reaksi dan pendapatku mengenai ceritanya. Aku ingin memalingkan wajahku darinya. Aku ingin, paling tidak, menunduk atau memandang lurus ke depan seperti dirinya tadi. Tapi tidak bisa. Ingin rasanya aku menggerakkan tanganku, membuatnya memaksakan kepalaku mengubah arah pandangannya. Sakit hati ini melihat wajahnya yang tersenyum menunggu pendapatku.

“Siapa?” tanyaku kaku.

“Aku juga tidak mengenalnya. Namanya pun aku tidak tahu. Tapi aku tahu dimana dia tinggal. Dan yang aku tahu, dia mengenalku. Aneh ya,” jawabnya dengan senyum.

“Memang. Emm, maaf aku masih ada urusan lain, jadi aku undur diri.”

“Silahkan,” katanya dengan senyumnya. Senyum yang biasanya dapat membuatku meninggalkan dunia ini untuk bertemu dengan awan, bintang, bulan, dan matahari namun tidak untuk saat ini. Saat ini senyum itu justru mengantarkanku ke dalam lubang yang sangat dalam. Mengantarku ke pusat bumi. Rasanya aku tidak dapat muncul ke permukaan lagi.

Aku keluar dari kedai. Berlari lagi. Tersandung-sandung. Terjatuh berkali-kali. Menyeka air mata dengan punggung tanganku yang berdarah. Aku kembali berlutut di depan kotak harta karunnya. Mencoba memeluknya dengan membuka kedua lenganku lebar-lebar. Aku menangis di atasnya. Slayer yang kukenakan tertiup angin. Menampakkan rambut ikalku yang menutupi wajahku karena angin laut.

Rasanya setiap embusan angin saat itu adalah goresan tajam pisau di setiap senti kulitku. Aku menangis terisak-isak.

Aku takut. Sangat takut. Aku takut aku tidak dapat melihat kotak ini terkunci lagi. Aku takut bukan aku yang membuka kotak ini. Aku takut bukan aku yang mendapatkan isi kotak harta karun ini. Aku takut.

Kata-kata bajak laut tadi terngiang kembali di telingaku yang sudah tuli karna angin laut.

“Aku bertemu seorang wanita. Dia mengenalku. Tapi aku tidak mengenalku. Aku menyukainya. Jadi, aku memberikan peta dan kunci kotak harta karunku. Tapi aku tidak memberitahunya benda-benda apa yang kuberikan kepadanya. Biar dia menyadari dengan sendirinya benda-benda apa itu,” katanya dengan senyum sangat lebar.

Aku kembali merasakan sayatan dalam di kulitku karna angin laut. Hanya masalah waktu saja sampai wanita itu menyadari benda-benda apa saja yang ada di tangannya.

Aku tahu banyak wanita di kota itu yang mencari harta karunnya. Bahkan wanita pencari harta dari kota lain. Hanya aku, sebenarnya, yang beruntung karena dapat menemukannya walaupun tidak dapat membukanya. Tapi hanya dia yang paling beruntung karena mendapatkan peta dan kunci dari si bajak laut.

Aku sudah tidak sanggup untuk menangis lagi. Rasanya air mataku sudah habis. Aku membiarkan tubuhku melepas kotak itu. Aku berdiri. Berjalan menjauh. Berjalan menuju karang yang paling besar dan paling kasar di antara yang ada di sekeliling kotak itu. Aku memanjati karang itu lalu duduk diatasnya. Darah mengalir dari telapak tanganku. Aku hanya menatap telapak tanganku hampa. Perih dan sakit sudah tak terasa. Kalah oleh sakitnya hati ini. Aku mendapati hatiku sudah hancur menjadi serbuk. Sudah tidak dapat di perbaiki.

Aku memeluk lututku. Memandang hampa garis khatulistiwa. Aku bertahan disana dalam kondisi hampa. Merasakan teriknya matahari berganti dinginnya malam. Mereka sama-sama berusaha menyakitiku lebih.

Kamis, 15 Desember 2011

happy birdy

I can't decide wether today or yesterday is the worst. Yesterday my crush told me that he likes a girl in our school (not me). hhh... it keeps repeating. I remember when I like O, O with other girl. hhh... now H too... Yeah, at least he made the friendship-line between us clearer.
Today. (in Bahasa :P) Seharusnya hari ini kelas XII ada sesi pemotretan buat buku tahunan. Tapi karena satu dan lain hal, ga jadi :( Dan yang lebih menyedihkan, kelas XII Akuntansi 2 yang seharusnya dijadwalkan melakukan sesi pemotretan buku tahunan per kelas pada 18 Desember diundur sampai tanggal yang belum ditentukan T_T Padahal kelas gue udah booking tempat. hhh... Sejak pagi sudah mempersiapkan properti, tapi kok ya rasanya percuma -____-' Tapi paling ga, kami menikmati waktu bersama saat membuat properti (walupun kerjaan gue cuma jepret sana jepret sini hehe :P *peaceTekat)
some of Tekaters
my lovely chairmate - Mita Desnawati
my lovely friends: Diane & Zulfani

Minggu, 11 Desember 2011

Waiting Outside The Lines - Greyson Chance

since yesterday I listen to Greyson Chance's songs, I don't know the lyrics. Just now, I tried to listening to his "Waiting Outside The Lines" to know it's lyric. For me, it's kinda exercise for my ears. I'm not good enough on listening, so the result also not good enough haha. I did it maximally, but still, there are words my ears couldn't catch. So, I sneak-a-peak on Google. Search the lyric and fill the blanks. The red words are the words my ears couldn't catch. Umm, actually I also not good enough on writting (English), yet. But I train it everyday :)


Waiting Outside The Lines - Greyson Chance


You never enjoy your life
Living inside the box
You so afraid to of taking chances
How are you gonna reach the top?

Rules and regulations
Force you to play it safe
Get rid of all the hesitation
It’s time for you to seize the day

Instead of just sitting around
I’m And looking down on tomorrow
You gotta let your feet off the ground
The time is now

I’m waiting, waiting, just waiting, I’m waiting
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

Try to have no regrets
Even it for if it’s just tonight
How you gonna walk ahead
If you keep in living blind

Stuck in the same position
You deserve so much more
There’s a whole world around us
Just waiting to be explored

Instead of just sitting around
I’m And looking down on tomorrow
You gotta let your feet off the ground
The time is now, just let it go

I don’t want to have to force you to smile
I’m here to help you notice the rainbow
‘Cause I know what’s in you is out there

I’m waiting, waiting, just waiting, I’m waiting
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

I’m trying to be patient
Cause the Each step is the hardest
I know you can make it
Go ahead and take it

I’m waiting, waiting, just waiting, I’m waiting
I’m waiting, waiting, just waiting, I’m waiting
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

You never enjoy your life
Living inside the box
You so afraid to of taking chances
How are you gonna reach the top?

Sabtu, 10 Desember 2011

Greyson Chance

Entah kenapa belakangan ini suka sama Greyson Chance :) sayang, baru mulai sukanya pas kemaren dia dateng ke Jakarta. Sayang banget ga nonton dia langsung. eh tapi David Archuleta tetep no.1 di hati gue hehe.
Sudah beberapa hari yang gue ulang-ulang di nobie gue video-nya Greyson Chance - Paparazzi yang bikin dia terkenal. Hari ini yang gue ulang-ulang juga lagu dia yang "Hold On 'Til The Night", "Unfriend You", & "Waiting Outside The Lines".

"Greyson Chance - Hold On 'Til The Night"s video klik disini
"Greyson Chance - Unfriend You"s video klik disini
"Greyson Chance - Waiting Outside The Lines"s video klik disini

Rabu, 07 Desember 2011

Alhamdulillah :)

Alhamdulillah, setelah mengikuti Try Out SNMPTN (13/11) dan USM-STAN (27/11) di Universitas Kristen Indonesia (UKI) hasilnya cukup Memuaskan. Alhamdulillah I got 1st Place on USM-STAN and 2nd Place on SNMPTN.
Really amaze me. Kenapa? Karena, untuk gue pribadi, awalnya merasa pesimis karena yang keluar di soal SNMPTN adalah soal-soal SMA. Karena gue ambil SNMPTN jurusan IPS, dan gue adalah murid SMK di jurusan Bisnis Manajemen, ada banyak soal yang bisa gue jawab walaupun ragu. Dan alhamdulillah soal yang keluar ada juga yang merupakan pengetahuan umum jadi ada soal-soal yang bisa gue jawab karena gue pernah liat di berita (tv/internet) :)
Gue ga percaya sama yang namanya keberuntungan. Karena gue tau, semua sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Tapi ketidak-konsistenan gue juga membuat gue kadang bilang "orang pintar kalah dengan orang yang beruntung." ckckck

Sebelum liat hasil ini gue bener-bener ga mikirin tentang hadiah apa yang akan gue dapetin. Yang gue harapkan dan gue doakan adalah supaya nama gue muncul di daftar yang akan gue liat. Tadinya sedikit ga pecaya nama gue akan muncul, tapi gue masih berharap. Dan alhamdulillah saat gue langsung loncat ke halaman paling bawah (hal. 3), nama gue muncul. Saat itu gue langsung ber-Alhamdulillah ria :) Yang lebih membahagiakan lagi saat gue liat nama pemenang-pemenang yang lain dan tiba-tiba muncul nama gue di hal. 2. Gue kira gue salah liat atau gue udah balik ke posisi nama gue yang di hal. 3. Tapi ternyata nama gue beneran ada 2 di 2 kelompok try out berbeda. Alhamdulillah lagi. Barulah gue merhatiin kolom paling kanan. Hadiah. Lumayanlah 2 Flashdisk 8Gb ;)
Besok rencananya akan hubungi panitia penyelenggara Try Out untuk konfirmasi :)
Happy. Happy. Happy.

Hasil Try Out Qolosal 2012 klik di sini